Posts

Showing posts from February, 2015

6.

Hampir seminggu aku menuliskan surat bertuan yang tak akan dibaca sama sekali.

Aku kosong dalam kerinduan. Terpojok dalam segala situasi, karena kesalahan bodoh yang dibuat sendiri.

Pagi ini, aku masih saja terjaga. Menunggu apakah kamu akan datang ke meja yang sudah aku siapkan, dan aku ada disana, tentu saja, menunggumu.
Kedatangan yang mungkin tidak akan terjadi dan akhirnya menjadi sebuah penantian yang sia-sia, lagi.

Pagi ini, aku merasakan getar cukup hebat di ulu hati. Bukan karena rasa senang, karena aku rasa ini hari kebalikan.
Seakan jaring-jaring di hatiku siap untuk melucuti masing-masing pegangannya. Agar aku binasa. Mati karena patah hati.

Pagi ini, aku ingin menangis, tapi mataku cukup tangguh untuk melawan perasaanku.
Ulu hatiku seakan dihunus oleh sesuatu yang tak tampak, namun terasa sangat sakit.
Aku ingin mengeluarkan air mata tersebut. Tapi tak ada cukup air mata untuk dikeluarkan. Atau untuk menangisi ketidakhadiranmu.
Menangisi kehadiranmu yang tak bersuara.
Keh…

Penampungan

S,
aku sedang mendengarkan lagu yang menggambarkan current moodku beberapa minggu terakhir ini, Birdy - Shelter (originally song by The XX). Dan menjadi lagu favoritku, atau album Birdy (2013), sepanjang awal tahun ini.
Aku teringat padamu, karena aku merasa menemukan tempat penampungan. Walaupun penampungan yang tidak kau inginkan.
Ya, kamu terpaksa menampungku.
Maka dari itu, kau tidak menyediakan secuil tempat dihatimu untuk menampungku. Kamu memberi tempat jauh dari tubuhmu, namun masih dalam pengawasanmu.

Kamu mendengarku. Namun tak membalasnya sedikitpun. Atau karena aku mengatakan sesuatu yang menyinggungmu? Atau membuatmu tidak nyaman?
Ayo, bilang padaku!
Namun kamu tidak pernah memberikan aku satu patah kata apapun.

Aku merasa terbuang.
Dibuang, kau buang.

Aku merasa tidak pantas untuk terlalu jatuh padamu. Namun, rasa itu nyata padaku.
Aku ingin kamu.

S,
katakan padaku hal yang harus aku lakukan.
Katakan.. Agar aku tahu harus apa da bagaimana.
Tuntun aku dalam gelapmu.
Jika …

My Guilty Pleasure, I Miss You...

Shadows settle on the place, that you left
Our minds are troubled by the emptiness
Destroy the middle, it's a waste of time
From the perfect start to the finish line

Halo Sapta,
my guilty pleasure. My best&worst memories&mistaken which I ever did.
Apa kabar? Atau lebih tepatnya, aku tidak akan menanyaimu hal tersebut dan berharap lebih bahwa kamu akan menjawabnya dengan serius atau menggubrisnya.

And if you're still breathing, you're the lucky ones
Cause most of us are heaving through corrupted lungs
Setting fire to our inside for fun
Collecting names of the lovers that went wrong
The lovers that went wrong

Jawabannya sudah pasti kamu tahu.
Dan aku akan sedikit mengingat beberapa saat ketika aku ada dan nyata untukmu.
Coba baca suratku yang berbentuk puisi 3 hari yang lalu. Jika kamu sadar, semuanya untukmu, dan saling berhubungan.

We are the reckless
We are the wild youth
Chasing visions of your future
One day we'll reveal the truth
The one will die before he gets there

Aku in…

Kembali

Seketika aku kembali
Lagi, pada sebuah ruang kosong itu
Kosong karena tak bersuara,
pun tanpa gema
Diam, senyap, hingga tiba-tiba lenyap

Aku dan kau berdiri
Mematung pada masing-masing sudut
Berdiri diatas ego
Dan diam yang tidak akan menjadi emas

Aku kembali pada perantauanmu
Karena kamu peraduanku.