Kembali

Seketika aku kembali
Lagi, pada sebuah ruang kosong itu
Kosong karena tak bersuara,
pun tanpa gema
Diam, senyap, hingga tiba-tiba lenyap

Aku dan kau berdiri
Mematung pada masing-masing sudut
Berdiri diatas ego
Dan diam yang tidak akan menjadi emas

Aku kembali pada perantauanmu
Karena kamu peraduanku.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Moö, Perkomboran, dan Hamburger.

Sajak Kebenaran.

pleasant