Surat Cinta Kepada Ibu Pertiwi

Ibu,
Aku mendengar dirimu sedang sakit. Aku sangat khawatir kepadamu, kau baik-baik saja bukan?
Kadang kau menangis, kadang kau kejang hingga bumi ini bergetar. Kau getarkan lempengan mu yang terluar hingga kami yang ada di atas lempeng itu berguncang sangat kencang.

Ibu,
Hari ini kau menangis, kau guyur kami dengan air matamu. Awan mukamu bersedih, ada apa gerangan? Maukah kau berbagi denganku? Aku akan menjadi pendengar yang baik, telingaku masih dua, dan aku masih sabar untuk mendengar keluh kesah mu.

Ibu,
Jangan bersedih. Kami semua di bumi mencintaimu.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Moö, Perkomboran, dan Hamburger.

Sajak Kebenaran.

pleasant