Surat untuk Papa

Papa...
Apa kabar? Lama tidak berbincang ya kita
Walaupun satu atap, kita seperti berada pada dunia yang berbeda
Aku maklum kok
Tidak apa-apa

Papa...
Papa tahu kan kalau aku sayang sama Papa?
Sayaaaaang sekali. Sampai-sampai tak ada lelaki manapun yang memenangi rasa sayang ini
Engkau adalah lelaki nomer satu di hidupku, Pa..
Kau harus tahu hal itu jika engkau belum mengetahuinya
Yaaa, karena walaupun kita tinggal pada satu atap, tapi kita sudah lama tidak berbincang
Mungkin dari surat ini, akan menunjukkan semua hal-hal yang mungkin belum engkau tahu

Papa...
Aku sudah 6 bulan menjadi mahasiswi Pa! Papa tentu tahu, tapi aku yakin, Papa tidak menghitung hari-hariku menjadi mahasiswi. Aku tidak terlalu senang Pa menjadi mahasiswi di Universitas yang Papa inginkan, tapi demi Papa, aku rela untuk menghabiskan 3 tahunku bersekolah disana. Walaupun hanya sekolah jurusan sastra. Aku tidak peduli.

Papa...
Maafkan aku Pa apabila terkadang aku membuat Papa sakit hati sampai-sampai Papa sekarang tidak menginginkan kehadiranku. Kita hanya bertegur sapa saat aku ijin keluar rumah dan meminta uang darimu, Pa... Namun kejadian minggu yang lalu sangat tidak bisa ditolerir Pa, aku tahu, aku sadar. Aku yang salah Pa.. Maafkan aku. Papa masih mau menerima maaf dari aku kan?

Papa...
Seringkali kita dikecewakan oleh masing-masing ego Pa.. Terkadang mulut ini tidak bisa menjaga ucapan, aku minta maaf sekali lagi Pa. Aku memang terlalu banyak meminta maaf. Aku masih merasa bersalah didepanmu Pa..

Papa...
Jangan pergi ya Pa.. Hidup lebih lama untuk ku Pa. Temani aku saat wisuda nanti, Pa. Jadilah wali dalam pernikahanku, Pa. (Aku akan mencari menantu yang akan cocok dengan Papa, aku janji.) Hidup lebih lama untuk ku, Pa. Untuk melihat cucu-cucumu terlahir ke dunia, biarkan cucu-cucumu mengenalmu, Pa. Sebagai Papa dari ibunya. Dari aku dan juga adik, Pa..

Papa...
Lawan penyakit yang engkau derita, Pa. Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau punya penyakit jantung tanpa engkau bercerita kepada aku. Lawan, Pa.. Lawan... Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa engkau, pa.. Lawan, Pa.. Demi aku, dan juga adik. Demi anak-anakmu.

Papa...
Aku sayang Papa
Oh, aku sudah bilang ya? Aku tidak sadar karena rasa sayang ini ke Papa sungguh besar Pa!

Papa...
Jangan tingalkan aku hidup dalam kesendirian Pa...

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Moö, Perkomboran, dan Hamburger.

Sajak Kebenaran.

pleasant