-

Jalan setapak itu, sudah runtuh dimakan waktu

Aku jahat
Mengira waktu bisa memakan
Usia
dan apapun yang ada didunia
Padahal waktu tak punyai mulut
untuk mengecap
atau merasa
Dan kerongkongan
untuk menelan
segala yg sudah dimakannya

Tapi kenapa semua selalu habis dimakan oleh waktu?

Semua perasaan itu dan memori kita
Yang dulu bahagia
pun habis dimakan oleh waktu
dan hal-hal duniawi
yang pernah kita jejak
sudah hilang dan jadi kenangan

Untuk apa aku memaksakan menulis sebuah cerita untukmu
pabila kau sudah lupa
karena memori-memori itu sudah terkikis
oleh waktu yang makin hari makin cepat
yang sudah menjadi tipis

Dan akhirnya dilupakan..

Kau melupakan aku, pada seonggok memori
rasa bersalah yang sudah pasti engkau tancap
sedemikian rapi dan bagusnya
hingga aku selalu dibayang rasa ragu
dan bersalah

Oh, aku kian jahat
untuk menyalahkanmu
Padahal itu sudah pasti kesalahan yang dibuat olehku kan?
dalam pikirmu, tentunya

Waktu masih sama
masih saja tak bisa kukejar
didepan
dan aku tertinggal
padahal aku yang seolah-olah merasa dikejar olehnya
dan aku dimintai pertanggungjawaban
dengan apa yang sudah aku kerjakan

Aku ingin bertanya,
apa aku ini jodohmu?
Atau aku hanya diperbudak perasaan yang selalu menghantuiku
dan membuatku bodoh
dari hari ke hari


Safira
Solo 24 September 2013
11:13 PM

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Moö, Perkomboran, dan Hamburger.

Sajak Kebenaran.

pleasant