Surat Ini Kubuat Khusus Untukmu

Halo, maaf aku canggung, sudah lama tak bercakap denganmu.Iya, aku kangen. Aku tidak punya nomor ataupun email mu. Facebook? Jangan tanya sosial media itu, Twitter apalagi. Aku sudah tidak pernah menyentuhnya, apalagi mengurusnya. Tubuh dan kebutuhanku pun sudah tak terurus. Ya, sejak aku dan kamu memutuskan hubungan semesta kita. Tubuhku kaku, tak bergeming. Aku hilang kata. Lidahku mati rasa. Aku tak percaya pada saat perpisahan kita itu. Aku tidak pernah menduakanmu, aku tidak pernah. Ya, aku berani bersumpah. Atas nama mu. Aku tidak pernah mendua, untuk melihat lelaki lain saja aku sudah tak berasa. Hatiku hanya untukmu, ya untuk kamu.Kamu yang mencuri hariku pada waktu itu. Kamu yang membuat ruang pada relung ini. Jiwa ini sudah mati, tapi entah saat kau datang saat itu, aku berasa aku baru dilahirkan kemarin. Senyumku berkembang, bak bunga yang bermekaran. Mataku tiada tangis, yang mengalir seperti sungai tentunya, sekarang sudah berhenti dan tiada menyisakan hujan.Pipiku sudah penuh dengan pelangi-pelangi yang selalu kau bawa, lelucon-lelucon itu. Aku kangen...
Aku tidak kuasa menahan sungai mataku sekarang. Senyumku sudah membusuk, tiada yang memupuk dan menyiraminya setiap hari, seperti yang kau lakukan dahulu. Dan pelangi-pelangi itu? Jangan kau tanya, itu sudah berubah menjadi hambar dan langit di pipiku sudah memutih, tiada awan, tiada yang biru. Aku merindukanmu, aku inginkanmu, dan aku masih tidak percaya kau memutuskan tali semesta kita. Hanya kamu yang tahu bagaimana caranya membuat hariku bermekaran seperti taman disore hari sehabis diguyur hujan, dengan pelangi diujung sana dan sini. Aku tahu itu bahagia, dan kau tahu bagaimana cara membuatku bahagia.
Aku tidak tahu lagi, harus menuliskan berapa kali lagi kata 'kangen' untukmu disurat ini. Mengapakamu pergi? Menjadi tiada dan fana...
Aku hilang arah, jiwaku hilang, mataku bak sungai sehabis disinggahi hujan lebat dan tak pernah pergi. Bibir ini sedih, hati ini kosong.

Aku merindukanmu...

Solo, 5 Maret 2013

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Moö, Perkomboran, dan Hamburger.

Sajak Kebenaran.

pleasant