Langit

Diatas langit masih ada langit. Begitu kata orang.  Tetapi dibawah langit hanya ada bumi. Dan raga yang menapaki diatasnya. Berjuang untuk hidup. Dan hidup dalam pengharapan.

Hanya dirimu sendiri yang bisa menikmati hidup. Dan hanya jiwamu sendiri yang bisa merasakan kehidupan. Ragamu hanya dipakai untuk perantara. Hanya jadi bagian dalam hidup. Hanya jadi bagian dalam sandiwara ini.

Tapi maukah engkau hidup dalam sandiwara? Tidak. Aku yakin dengan jawaban itu. Tapi, banyak pula orang yang hidup dalam sandiwara. Mereka berkata baik-baik saja walau ternyata mereka tidak dalam kondisi yang baik. Resiko sudah dipikirkan sejak awal. Dengan matang. Dan dijalani tanpa beban.

Terkadang melihat burung yang berterbangan. Menikmati luasnya langit dan terbang tanpa lelah. Menapaki awan demi awan. Terlihat bahagia. Capek. Tapi hanya sesaat. Semua itu terbayar dengan kelegaan.

Dalam kehidupan, harus meniru sifat langit. Walau persaingan dengan lawan dan kawan semakin sengit, dirimu tetap harus bangkit.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Moö, Perkomboran, dan Hamburger.

Sajak Kebenaran.

pleasant